28 June 2011

Kenikmatan meminta dapat dirasakan oleh mayoritas manusia. Akan tetapi, kenikmatan memberi tidak diketahui, kecuali orang-orang besar dan pemilik akhlak yang tinggi.
Terkadang, susah membedakan antara mengambil dan memberi. Karena kedua-duanya memberikan satu tanda dalam hati. Setiap kali aku memberi, maka aku telah mengambil. Hal ini bukan berarti bahwa seseorang telah memberiku sesuatu. Namun yang aku maksudkan adalah aku telah mengambil sama seperti yang aku berikan. Karena kebahagiaan atas apa yang aku berikan tidak lebih kurang dari kebahagiaan orang yang menerima”.
Kebahagiaan orang yang memberi lebih besar daripada orang yang menerima. Memeri adalah wujud dari ketulusan hati. Ia telah menyelimuti emosi dan perasaan anda. Sedangkan yang kedua, yaitu menerima, kebahagiaan karena mendapatkan materi hanya terbatas pada perasaan saja.


Orang yang selalu memberi, pada suatu masa dia akan memiliki perasaan bahwa mendapatkan limpahan rahmat dari Allah. Dia akan menyandang salah satu sifat Allah yang mulia dan Agung. Yaitu sifat dermawan, pemberi, dan mulia. Alangkah bahagianya Sang Pencipta alam ini, ketika melihat salah satu hamba-Nya menyandang sifat-Nya yang indah mulia.
Salah satu penopang dari kebahagiaan yang hakiki adalah ketika orang yang memiliki sifat dermawan bisa membantu orang lain. Sungguh, ini adalah sifat yang paling dicintai dan paling dekat dengan Allah.


Dengan sifat ringan tangan mampu mengalihkan anda dari kesempitan dan himpitan materi menuju ke alam rh yang luas dan terang. Memang, nafsu telah membuat manusia senang untuk mengumpulkan dan menimbun harta, hingga berat sekali untuk menafkahkan harta dan menyedekahkannya. Jika anda telah melatih nafsu untuk memberi dan bersedekah, maka anda adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan di dunia dan akhirat.
Susah bagi akal yang sudah dipuja materi untuk memahami kebahagiaan yang diteguk oleh orang yang memberi. Oleh karena itu, saya tidak bersikab hiperbolis jika saya mengatakan bahwa orang yang suka memberi adalah orang yang menjadi ruh kehidupan dan malaikat kemanusiaan.


Orang yang suka memberi adalah pembawa kebahagiaan disepanjang zaman, simbol kedamaian zaman, dermawan atas harta yang dimiliki, berkorban dengan tulus, dan mendahulukan kebahagiaan orang lain diatas kebahagiaannya. Mereka dikenal dengan sifat kearifannya, hatinya yang luas, senyumnya yang hangat serta percaya diri, dan jiwanya yang tenang.
Mereka adalah penduduk bumi yang paling bahagia. Para penduduk langit mendoakannya dengan kebaikan dan mendapatkan pahala yang besar disisi Tuhannya (.pin).


Sumber: Asy-Syadzily (2009), Ide Kecil Untuk Hidup yang Besar. Surakarta: Ziyad Visi Media

Postingan ini saya tulis dari sebuah buku guna memperkaya ruang di jiwa yang dimiliki oleh para pembaca sekalian. Semoga bermanfaat jika berkenan silahkan berikan komentar yang membangun.

0 komentar:

Post a Comment