2016 adalah salah satu tahun menantang—untuk tidak menyebut terberat—bagi saya. Kala itu status mahasiswa saya sudah masuk tahun ke lima atau jika dikonversikan ke dalam bilangan semester, sudah menginjak dua digit. Ini menjadi alarm genting. Sebab, kalau tidak segera diselesaikan, bilangannya bisa semakin banyak.
Rencana skripsi yang telah ada di kepala langsung dieksekusi. Bertekad lebih fokus menggarapnya, saya putuskan untuk melepas pekerjaan paruh waktu di sebuah lembaga universitas, mengurangi intensitas nongkrong di sekretariat organisasi, dan mulai berkontemplasi di perpustakaan dari pagi sampai sore hari.
Hasilnya cukup memuaskan. April mengajukan judul, Oktober sidang pendadaran. Namun karena wisuda tak bisa sembarang waktu, saya baru memakai selempang toga dan mendapat selembar ijazah di Februari 2017. Apabila dihitung, jadi 11 semester waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan studi Bulaksumur.
Banyak yang beranggapan bahwa lulus lama bakal susah mendapat pekerjaan. Tapi saya mah yakin yang namanya nasib tak akan kemana. Tak sampai sebulan setelah wisuda, saya menerima email masuk dari fakultas yang menawarkan pendaftaran Telkom melalui jalur Talent Scouting. Ada lima orang yang akan direkomendasikan. Mujurnya, tawaran ini hanya diperuntukkan bagi lulusan di Bulan Februari, baik dari kalangan sarjana atau pascasarjana.
Seketika saya teringat kata kawan di awal masa kuliah dulu yang berseloroh bahwa lulus tepat waktu tidaklah penting. Yang terpenting, katanya, adalah lulus di waktu yang tepat. Ah iya, barangkali inilah yang disebut lulus di waktu yang tepat :D
Proses seleksi yang dijalani alhamdulillah tak memakan waktu lama. Jalur yang saya lewati tidak seperti pendaftaran reguler yang sudah berlangsung beberapa waktu sebelumnya dalam beberapa tingkatan. Kalau diibaratkan lomba maraton, jika peserta lain sudah berkompetisi dari lima kilometer sebelumnya, saya masuk di satu kilometer terakhir.
Dari history email yang saya cek, saya mendaftar tepat di hari deadline pendaftaran. 27 Februari pagi mengirimkan persyaratan ke Fakultas, siang harinya diumumkan lolos untuk diusulkan ke universitas.
Pada 6 Maret atau seminggu kemudian saya mendapat email dari Telkom. Proses seleksi jalur Talent Scouting kemudian dimulai dengan melakukan tes tertulis, tes kesehatan, psikotes, business games, dan wawancara. Jika kamu bertanya kepada saya bagaimana proses seleksi penerimaan karyawan untuk saat ini, saya kurang tahu detailnya. Barangkali kamu bisa membuka website https://rekrutmen.telkom.co.id/ atau menyimk informasi lewaat Instagram Living in Telkom.
Sampai akhirnya pada hari Jumat, 24 Maret 2017 pukul 09.18 WIB sebuah email dari Telkom Career Program masuk mengabarkan bahwa saya diterima di Telkom dan harus sudah berada di Bandung pada tanggal 30 untuk menjalani rangkaian Great People Trainee Program Batch 5. Alhamdulillah, di hari baik itu Allah membuka pintu takdir saya untuk memulai kehidupan baru. Membuka jalan bagi saya agar bisa mulai melangkah meniti jalan panjang garis nasib yang telah ditetapkan-Nya.
Catatan ini dibuat sebagai pengingat momen penting yang terjadi lima tahun yang lalu